Medan — Keluhan soal banjir, jalan rusak, lampu jalan mati hingga bantuan sosial mengemuka dari warga Medan Helvetia dalam Reses VI Anggota DPRD Medan Daerah Pemilihan (Dapil) I.
Beragam aspirasi itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Medan yang dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen., dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap dan Pj. Sekda Erfin Fahrurrazi.
Dari laporan reses, persoalan drainase dan banjir menjadi salah satu keluhan yang berulang di sejumlah kawasan Medan Helvetia.
Warga Jl. Sakura Raya mengeluhkan parit yang tersumbat sehingga hujan sebentar saja dapat menyebabkan banjir. Warga Jl. Melur I juga meminta pembenahan parit karena kawasan tersebut kerap tergenang ketika hujan lebat.
Keluhan serupa datang dari warga Jl. Melati Raya. Sedimen pasir dan lumpur di dalam parit disebut membuat aliran air tidak lancar sehingga kawasan tersebut kembali tergenang saat hujan.
Selain drainase, warga meminta perbaikan sejumlah ruas jalan. Warga Jl. Kemuning VI melaporkan jalan yang sudah anjlok, sementara warga Jl. Matahari Raya dan Jl. Melur Raya menyampaikan persoalan jalan dan drainase.
Persoalan penerangan juga cukup banyak disampaikan. Lampu jalan mati dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, antara lain Jl. Kemuning VI, Jl. Matahari Raya, Jl. Beringin Tengah, Jl. Gaperta Gang Utama dan Jl. Beringin IX.
Warga Jl. Beringin IX menyebut kondisi jalan yang gelap pernah diikuti kejadian pembegalan dan keributan geng motor.
Tak hanya itu, warga juga meminta penggantian tiang listrik yang sudah lapuk, bengkok maupun miring. Di Jl. Kapten Muslim Gang Keluarga I, misalnya, warga meminta tiang listrik berbahan kayu yang sudah lapuk segera diganti.
Pada sektor sosial, warga mempertanyakan akses bantuan bagi lansia, keluarga kurang mampu, PKH hingga PIP. Seorang warga lansia di Jl. Balai Desa mengaku belum pernah menerima bantuan meski berstatus janda dan lansia karena masuk desil 6.
Aspirasi lain datang dari orang tua yang mempertanyakan bantuan PIP anaknya yang terhenti setelah sebelumnya menerima bantuan. Ada pula warga yang meminta penjelasan mengenai pengajuan PKH dan perubahan data desil.
Warga juga mengeluhkan pengangkutan sampah yang dinilai belum rutin serta meminta hewan ternak yang berkeliaran ditertibkan.
Seluruh aspirasi tersebut masuk dalam laporan hasil Reses VI Dapil I untuk ditindaklanjuti melalui perangkat daerah terkait.

Berita Lain
Batas Akhir 31 Agustus, Dinas Sosial Medan Imbau Warga Segera Daftar Perlinsos untuk Bansos 2027
Malam Ini, Pesona Colorful Medan Meriahkan HUT ke-436 Kota Medan di Lapangan Merdeka
Sapa Warga di Medan Johor, Rico Waas Serap Aspirasi dan Beri Solusi Konkret