Rico Waas: Judol Hancurkan Ekonomi, Mental, dan Keluarga

Share BerkabarMedan

Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan judi online merusak kehidupan masyarakat karena tidak hanya menghancurkan ekonomi, tetapi juga mental dan keluarga, bahkan kecanduannya dinilai hampir setara dengan narkoba.

Penegasan itu disampaikan di hadapan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam kegiatan edukasi publik “Indonesia.go.id Menyapa Medan: Gass Pol Tolak Judol” di Kembar Kafe, Jalan Sakti Lubis, Medan Amplas, Rabu (13/5/2026).

Rico Waas menyebut dampak judi online sudah menjangkau semua lapisan, mulai dari pelajar hingga aparatur pemerintahan. Ia bahkan mengaku telah mengambil tindakan tegas dengan memecat seorang camat di lingkungan Pemko Medan yang terlibat judi online.

Menurut Rico, kemajuan teknologi yang seharusnya memberi manfaat justru dimanfaatkan untuk praktik merugikan seperti judi online. Ia menyoroti bagaimana judol kini menyasar anak-anak hingga orang dewasa.

Ia juga mengingatkan dampak sosial yang ditimbulkan, mulai dari keretakan rumah tangga hingga perceraian. “Banyak keluarga berantakan, bahkan sampai cerai karena judi online,” ujarnya.

Rico menekankan, selain penegakan hukum, peran keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran judi online, terutama di kalangan anak-anak.

Sementara itu, Meutya Hafid mengungkapkan judi online telah menjadi persoalan serius secara nasional, termasuk menyasar anak-anak. Ia menyebut jumlah anak yang terpapar judi online mencapai hampir 200 ribu orang.

Menurutnya, dampak judi online tidak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tetapi juga memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan hilangnya keharmonisan keluarga.

“Banyak kasus istri menjadi korban, bukan hanya secara ekonomi, tapi juga kekerasan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Meutya menegaskan, pemberantasan judi online harus dilakukan lintas sektor, mulai dari penegakan hukum terhadap pelaku hingga penutupan akses situs oleh pemerintah serta pengawasan dari lembaga keuangan dan platform digital.