Merawat Identitas Medan dalam Balutan Four Seasons

Share BerkabarMedan

Medan – Alunan musik Anak Medan menggema di panggung Indonesia Fashion Week ketika para model melangkah membawakan koleksi Four Seasons. Irama yang energik berpadu dengan busana karya empat desainer asal Kota Medan, menghadirkan suasana yang tidak hanya semarak, tetapi juga membawa karakter kota ke tengah panggung mode nasional.

Suasana semakin hidup saat seniman Jacky Sembiring dan Voice of Indonesia tampil. Penonton ikut bersorak dan bertepuk tangan, menikmati pertemuan musik, busana, dan identitas Medan yang dikemas dalam sebuah pertunjukan mode.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari penampilan Dekranasda Kota Medan di Indonesia Fashion Week. Bersama empat desainer, Riki Damanik, Harry Hasibuan, Dita Mayenda, dan Ayu Andira, Dekranasda Kota Medan menghadirkan koleksi bertema Four Seasons atau empat musim.

Konsep tersebut mengolah karakter musim tropis dan subtropis ke dalam rancangan busana. Meski Indonesia tidak mengalami empat musim, perbedaan iklim itu justru menjadi ruang eksplorasi bagi para desainer untuk menerjemahkan musim melalui bentuk, warna, tekstur, dan detail.

Inspirasi global tersebut kemudian dipertemukan dengan sentuhan budaya dan kearifan lokal. Dengan begitu, Four Seasons tidak berhenti sebagai eksplorasi estetika, tetapi juga menjadi cara untuk membawa identitas Medan ke dalam karya yang tampil di panggung nasional.

Musik Anak Medan yang mengiringi peragaan memperkuat pesan tersebut. Ketika koleksi Four Seasons hadir dalam balutan gagasan mode yang universal, musik membawa penonton kembali pada suasana dan karakter kota yang menjadi asal para desainer.

Penampilan Jacky Sembiring dan Voice of Indonesia semakin memperkaya pertunjukan. Musik dan busana berpadu menjadi satu pengalaman, menunjukkan bahwa identitas daerah dapat hadir dengan cara yang segar tanpa harus kehilangan akarnya.

Kehadiran Dekranasda Kota Medan dalam Indonesia Fashion Week pun bukan sekadar unjuk karya. Panggung tersebut menjadi ruang bagi para desainer lokal untuk memperkenalkan kreativitas sekaligus menunjukkan bahwa karya anak Medan mampu berdiri sejajar di panggung mode nasional.