Ini Daftar Pemenang Medan Coding Competition 2026

Share BerkabarMedan

Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menutup Medan Coding Competition 2026, Sabtu (9/5/2026) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang dirangkai dengan pengumuman para pemenang dari berbagai kategori dan jenjang pendidikan.

Pada kategori Unplugged Coding SD kelas 1–3, Juara 1 diraih Tim 16 SDS Sultan Iskandar Muda, Juara 2 Tim 39 UPT SDN Percontohan Medan, dan Juara 3 Tim 24 SDS Nanyang Zhi Hui. Harapan 1 diraih Tim 34 UPT SDN 060877, Harapan 2 Tim 15 SDS St. Antonius V, dan Harapan 3 Tim 22 SDS Nanyang Zhi Hui.

Kategori Robotik Line Follower SMA/SMK dimenangkan Tim Winner dari SMA Negeri 2 Medan sebagai Juara 1, disusul Tim Vector Velocity SMA Negeri 1 Medan (Juara 2), dan Tim Adzkia Bot SMA Swasta IP Adzkia Medan (Juara 3).

Untuk Scratch SD kelas 4–6, Juara 1 diraih K-13 SDS St. Antonius V Medan, Juara 2 K-84 SDS Kemala Bhayangkari 1 Medan, dan Juara 3 K-83 SD IT Khairul Iman. Harapan 1 K-43 SDS Namira Medan, Harapan 2 K-07 SD Islam Al-Ulum Terpadu Medan, dan Harapan 3 K-32 SDS Prestige Bilingual School.

Kategori Scratch SMP, Juara 1 diraih K-82 SMP Negeri 10 Medan, Juara 2 K-60 SMP Swasta Batari Medan, dan Juara 3 K-77 Nakamura School. Harapan 1 K-78 UPT SMP Negeri 21 Medan, Harapan 2 K-79 SMP Swasta Batari Medan, dan Harapan 3 K-46 SMP Swasta Nanyang Zhi Hui.

Di tingkat mahasiswa, kategori IoT dimenangkan Tim Synapse Tech (Universitas Methodist Indonesia) sebagai Juara 1, diikuti Tim Smartbin Squad (Universitas Negeri Medan) dan Tim Warases (Universitas Sumatera Utara). Juara Favorit diraih Tim Rupiah Bicara (UMSU).

Kategori Mobile Apps dimenangkan Tim Suara Medan (UMSU) sebagai Juara 1, disusul Tim Batak Paling Keren (Institut Teknologi Del) dan Tim UMPAB Pioner (Universitas Pembangunan Panca Budi). Juara Favorit diraih Tim Marsiadapari (Institut Teknologi Del).

Sementara itu, kategori E-Sport SMA/SMK menempatkan Tim Pelajar WR Supratman 2 sebagai Juara 1, diikuti tim NAC SMK Negeri 1 Stabat dan tim ANG ANG ANG MAN 1 Medan.

Rico Waas menegaskan, teknologi harus dipahami sebagai solusi nyata dalam kehidupan. “Teknologi menciptakan solusi,” ujarnya.

Ia menyebut, berbagai perubahan—dari cara berkomunikasi hingga sistem kerja—menunjukkan bahwa teknologi lahir dari kebutuhan manusia untuk menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tanpa meninggalkan nilai budaya dan jati diri. “Masa depan bukan untuk ditunggu, tetapi diciptakan dari tangan kita sendiri,” tegasnya.