Pemko Medan Tegaskan Tak Pernah Nyatakan Kesediaan Biayai Akomodasi AFF U-19

Share BerkabarMedan

Medan — Pemerintah Kota (Pemko) Medan membantah tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026. Pemko menegaskan sejak awal tidak pernah menyatakan kesediaan menanggung biaya hotel bagi peserta.

Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan, sejak awal pembahasan, Pemko hanya diminta menyiapkan dan membenahi fasilitas stadion serta lapangan.

“Tidak pernah ada komitmen Pemko Medan untuk membayar akomodasi hotel. Itu tidak pernah dibahas. Yang diminta hanya pembenahan lapangan dan stadion,” ujar Wiriya kemarin.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan Maret 2026, Pemko diminta menyiapkan Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika. Namun setelah inspeksi PSSI, fasilitas tersebut dinilai belum memenuhi standar sehingga perlu perbaikan.

Lapangan Kebun Bunga dan Taman Cadika disiapkan sebagai lokasi latihan, sementara Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan meski masih dalam proses renovasi.

“Kontrak pekerjaan Stadion Teladan selesai September 2026. Sejak awal PSSI sudah mengetahui kondisi ini,” katanya.

Pemko, lanjut Wiriya, tetap berupaya mendukung dengan membenahi fasilitas seperti kamar mandi, ruang ganti, dan ruang ofisial, bahkan melakukan gotong royong di area stadion.

Ia juga mengungkapkan, permintaan pembiayaan akomodasi baru diterima pada 24 Mei 2026. Pemko menilai permintaan tersebut tidak memiliki dasar regulasi dan tidak dapat dipenuhi.

“Tidak ada aturan yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk itu. Anggarannya juga tidak tersedia,” tegasnya.

Wiriya menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, penyelenggaraan kejuaraan internasional menjadi tanggung jawab induk organisasi, dalam hal ini PSSI.

Karena itu, Pemko menilai tidak tepat jika biaya akomodasi dibebankan ke daerah, termasuk melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.Untuk memperjelas persoalan, Pemko Medan telah meminta penjelasan kepada Kementerian Dalam Negeri terkait permintaan dukungan pembiayaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sebelumnya, persoalan akomodasi mencuat setelah sejumlah tim dilaporkan mengalami kendala pembayaran hotel. Salah seorang panitia, Muhammad Fauzi, menyebut Pemko tidak memenuhi komitmen sehingga merugikan peserta. Ia mengungkapkan Timor Leste telah meninggalkan hotel akibat persoalan pembayaran, sementara Filipina terancam mengalami hal serupa.