Medan – Tawa, gerak tangan yang kompak, dan langkah kaki yang ringan memenuhi Gedung PKK Kota Medan, Jumat (5/6/2026). Ratusan lansia tampak larut dalam irama senam, wajah mereka memancarkan kebahagiaan—seolah menepis anggapan bahwa usia adalah batas untuk tetap aktif.
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Kota Medan bukan sekadar seremoni. Ia menjadi ruang hangat yang mempertemukan semangat, kebersamaan, dan harapan para lansia untuk tetap hidup sehat, mandiri, dan bermartabat.
Di barisan depan, beberapa lansia tersenyum lebar sambil mengayunkan tangan mengikuti irama. Ada yang mengenakan hijab abu-abu seragam, ada pula yang tampil dengan warna-warni cerah. Gerakan mereka mungkin tak lagi secepat dulu, tetapi semangatnya justru terasa lebih kuat.
Kepala Dinas P3APM P2KB Kota Medan, Edliaty, yang diwakili Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Elviyanti Pohan, menegaskan bahwa lansia tetap memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.
“Lansia adalah sumber pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan. Kita semua punya tanggung jawab menciptakan lingkungan yang ramah lansia, agar mereka tetap aktif, sehat, mandiri, dan bermartabat,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga menjadi garda terdepan dalam memastikan lansia mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Sementara itu, Pemerintah Kota Medan terus menghadirkan berbagai program pembinaan, seperti Sekolah Lansia, untuk menjaga kualitas hidup di usia senja.
Tak hanya senam, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, permainan, hingga penyuluhan. Layanan kesehatan yang tersedia membantu para lansia memantau kondisi tubuh sekaligus mendeteksi dini potensi penyakit.
Suasana kian hangat saat memasuki puncak acara. Pemotongan kue ulang tahun menjadi momen penuh haru. Elviyanti terlihat menyuapkan potongan kue kepada salah seorang lansia, disambut tepuk tangan peserta lain yang larut dalam kebersamaan.
Kemeriahan kemudian memuncak saat pemilihan “Lansia Terheboh dan Semangat”. Tawa pecah ketika potongan video senam diputar, menampilkan ekspresi dan gaya unik para peserta. Sorak-sorai memenuhi ruangan, menandai bahwa kegembiraan tak mengenal usia.

Berita Lain
Rico Waas Bawa Keceriaan di Sunat Massal Sah-Rizki, 42 Anak Ikut dan Ibu Tunggal Terima Santunan
Rico Waas dan Forkopimda Berbaur Bersama Warga di CFD Medan
Saat Rico Waas dan Pelajar Medan Serukan Tolak Judol