Medan – Warga mengadu langsung kepada Wali Kota Medan Rico Waas saat meninjau pengerjaan U-ditch di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (29/9/2026). Sejumlah saluran U-ditch yang belum ditutup masih terbuka dan terisi air keruh sehingga dikhawatirkan membahayakan warga, terutama ketika hujan deras dan genangan menutupi lubang.
Seorang warga mengatakan kondisi tersebut bahkan telah menyebabkan pengendara terjatuh. Pedagang di sekitar lokasi juga mengaku akses mereka terganggu.
“Kemarin ada yang jatuh naik kereta hujan-hujan, cepat-cepat! Cepat kali, Pak! Kami kan jualan, Pak,” ujar warga kepada Rico Waas.Kekhawatiran serupa disampaikan seorang ibu karena banyak anak-anak beraktivitas di sekitar lokasi. Ia meminta galian pada titik yang sudah dikerjakan segera ditutup.
“Pak, di sini banyak anak-anak. Di sini kalau banjir dan hujan rawan, Pak. Daripada nanti anak-anak kenapa-kenapa gara-gara kayak gini, tolonglah Pak. Katanya mau ditutup besok, tapi tidak juga,” ujarnya.
Menanggapi keluhan itu, Rico Waas meminta galian ditutup setelah pekerjaan pada titik tersebut selesai. Jika pekerjaan masih berlangsung, ia meminta lokasi diberi rambu yang jelas agar warga dapat melintas dengan aman.
“Kalau misal pas lagi memang hujan ini terjadi genangan, tak terlihat, akhirnya bisa masyarakat celaka. Makanya harus ditutup dahulu dan diselesaikan,” tegas Rico.
Rico juga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) memasang rambu di bagian ujung pekerjaan serta menyosialisasikan kondisi proyek kepada masyarakat sekitar.
Pengerjaan tersebut merupakan proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Jalan Bhayangkara M/D SP. Gg. Sosial ke arah SP. Jalan Willem Iskandar. Proyek sepanjang sekitar 714 meter itu menggunakan U-ditch berukuran sekitar 140 sentimeter untuk membantu mengurangi genangan di kawasan Indra Kasih.
Berdasarkan plang proyek, pekerjaan bernilai kontrak Rp6.934.239.708 dan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan CV Harapan Indah berdasarkan Kontrak Nomor 013/SP/24.3/APBD/2026.
Rico mengatakan pembangunan drainase di kawasan Tembung mencakup tiga pekerjaan yang alirannya nantinya diarahkan ke Sungai Kera. Namun, pengerjaan U-ditch di lokasi tersebut menghadapi kendala karena sejumlah tiang listrik berada di jalur pekerjaan.
Ia meminta Dinas SDABMBK segera berkoordinasi dengan PLN untuk merelokasi tiang-tiang tersebut agar pengerjaan tidak terhambat.
“Karena kalau enggak, ini akan terhambat. Karena mereka bekerja jadi belang-kelang dengan tiang listrik tersebut,” ujarnya.
Rico berharap pembangunan drainase tersebut dapat membantu mengurangi dampak genangan banjir di kawasan Indra Kasih, dengan pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan keamanan dan akses masyarakat.

Berita Lain
Rico Waas Minta Maaf atas Gangguan Lalu Lintas akibat Proyek Infrastruktur
Rico Waas Beri Penghargaan pada 6 Pos Kamling Unggulan se-Kota Medan
Operasi Patuh Toba 2026 Dimulai, Pengguna Ponsel hingga Pelawan Arus Jadi Sasaran