Medan – Kisah perjuangan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djamin Ginting, Pahlawan Nasional asal Tanah Karo, diangkat ke layar lebar melalui film Djamin Setia Selamanya. Film biopik tersebut menggambarkan perjuangan Djamin Ginting bersama para pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus menghadirkan sejumlah tokoh yang memiliki kaitan dengan perjalanan sejarahnya.
Film berdurasi sekitar 103 menit itu mengambil latar perjuangan pada 1945 hingga 1948. Ceritanya mengikuti perjuangan para pemuda di Tanah Karo, termasuk perjalanan Djamin Ginting hingga ke Pulau Jawa. Selain adegan pertempuran, film ini memadukan drama, humor, dan sisi emosional kehidupan keluarga.
Wali Kota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas menyaksikan penayangan perdana Djamin Setia Selamanya di Bioskop XXI Delipark Mall Podomoro, Medan, Kamis (1/10/2026). Rico mengapresiasi Erjege Pictures yang mengangkat perjalanan Djamin Ginting ke layar lebar.
“Film ini memberikan pemahaman kepada kita tentang bagaimana perjuangan para pahlawan yang ada di negara kita, khususnya dari Sumatera Utara, termasuk Bapak Letjen Djamin Ginting,” ujar Rico.
Bagi Rico, film tersebut terasa semakin dekat karena turut menampilkan sosok Jakob Waas, kakeknya, yang merupakan salah satu kawan seperjuangan Djamin Ginting. Dalam film itu, Jakob Waas digambarkan bersama Djamin Ginting mempertaruhkan nyawa dalam Pertempuran Bukit Mardinding atau Bukit Kadir. Rico mengaku tersentuh menyaksikan penggambaran sang kakek dalam film tersebut.
Menurut Rico, sosok Djamin Ginting memiliki keterikatan kuat dengan Medan dan Sumatera Utara. Namanya diabadikan sebagai nama jalan yang menghubungkan kawasan Medan hingga wilayah Karo. Karena itu, ia menilai pengangkatan kisah Djamin Ginting ke layar lebar dapat mengenalkan kembali sejarah perjuangan tersebut kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Rico juga mengapresiasi penggarapan film yang menurutnya tetap mempertahankan sejumlah fakta sejarah, termasuk kisah dalam buku Bukit Kadir dan perjuangan Kadir Saragih yang gugur di kawasan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Riahna Djamin Ginting dan Erjege Pictures yang sudah menggarap film ini dengan baik. Mudah-mudahan film ini memberikan semangat kepada anak-anak muda tentang perjuangan dalam memerdekakan Republik Indonesia dan menjadi karya yang baik untuk Indonesia,” kata Rico Waas.
Tokoh Djamin Ginting diperankan Rafi Sudirman, Likas Tarigan diperankan Claresta Taufan, sedangkan Jakob Waas diperankan Marcell Darwin. Film tersebut disutradarai Rako Prijanto dengan skenario yang ditulis Titien Wattimena dan Lynda Ulviana.
Penayangan perdana turut dihadiri Letjen TNI (Purn.) Edy Rahmayadi, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Antonius Ginting, Sekda Kabupaten Karo Gelora Ginting, unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, pelaku industri perfilman, serta tokoh adat, budaya, dan kepemudaan.

Berita Lain
Rico Waas Wujudkan Medan untuk Semua lewat Panca Budaya
Rico Waas Tawarkan Kekayaan Sejarah dan Budaya Medan sebagai Magnet Produksi Film Nasional
Rico Waas: Libatkan Seniman dan Budayawan dalam Agenda Pelestarian Budaya