BerbakarMedan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Medan yang dipimpin Paul Mei Anton Simanjuntak di Balai Kota Medan, Senin (19/10/26). Pertemuan membahas penanganan banjir, pencemaran lingkungan, parkir, transportasi massal, kesiapan pemadam kebakaran, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Rico menegaskan pentingnya koordinasi eksekutif dan legislatif agar pembangunan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam penanganan banjir, ia meminta Dinas SDABMBK memprioritaskan titik genangan berdampak tinggi, termasuk Jalan Letda Sujono yang telah dianggarkan untuk perbaikan. Paul juga mendorong pemetaan genangan dan solusi berkelanjutan, seperti sumur resapan dan pompa.
Di bidang lingkungan, Rico meminta pengawasan pencemaran dan limbah perusahaan diperketat. Sementara itu, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) masih dalam tahap persiapan, dengan target peletakan batu pertama akhir 2026 atau awal 2027 dan operasional pada 2028.
Persoalan parkir turut menjadi perhatian. Rico meminta Dinas Perhubungan menindak tegas pungutan di atas tarif resmi, terutama di kawasan Lapangan Merdeka dan Kesawan. Tarif sepeda motor yang seharusnya Rp2.000 dipungut hingga Rp5.000, sedangkan mobil dari Rp3.000 menjadi Rp10.000. Paul mendorong penyusunan Ranperda pengelolaan parkir untuk memperjelas aturan dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Terkait Bus Rapid Transit (BRT), Rico menyebut Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas skema pembiayaan yang proporsional antara pemerintah kota, provinsi, dan daerah terkait. Usulan transportasi umum gratis bagi pelajar juga akan dikaji dengan mempertimbangkan manfaat dan kemampuan keuangan daerah.
Kesiapan menghadapi kebakaran gedung bertingkat menjadi pembahasan berikutnya. Rico menyebut sekitar 161 bangunan di Medan memiliki ketinggian lebih dari empat lantai, sementara jangkauan armada tangga pemadam kebakaran masih terbatas. Ia meminta kajian pengadaan mobil tangga hidrolik, termasuk verifikasi spesifikasi dan harga yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah per unit. Paul mendukung penguatan armada, penambahan UPT, serta pemenuhan personel dan fasilitas pemadam kebakaran.
Dalam bidang perumahan dan tata ruang, Paul menyoroti pengurusan PBG serta pemenuhan target ruang terbuka hijau (RTH) publik sebesar 20 persen. Ia mendorong kajian pengadaan lahan untuk taman dan fasilitas sosial, termasuk kejelasan bagi warga yang tanahnya masuk peruntukan RTH.
Rico menegaskan perlunya penyempurnaan aturan PBG agar pengurusannya lebih mudah dan transparan. Kejelasan juga diperlukan untuk membedakan retribusi resmi pemerintah dengan biaya jasa konsultan pribadi, sehingga masyarakat terhindar dari kesalahpahaman dan praktik pengarahan kepada konsultan tertentu.
Melalui pertemuan ini, Rico dan Paul menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan untuk memastikan penggunaan anggaran yang efektif serta penanganan persoalan perkotaan sesuai kebutuhan masyarakat.

Berita Lain
Rico Waas Minta Maaf atas Gangguan Lalu Lintas akibat Proyek Infrastruktur
Rico Waas Beri Penghargaan pada 6 Pos Kamling Unggulan se-Kota Medan
Operasi Patuh Toba 2026 Dimulai, Pengguna Ponsel hingga Pelawan Arus Jadi Sasaran